bibit sekawit pengkol

GAMBARAN UMUM KONDISI DESA

A. SEJARAH DESA
Tertulis atau terdengar cerita daerah pedesaan yang subur, tumbuhan yang menghijau, di atas tanah yang datar dan juga ada yang berbukit di tumbuhi pohon dan semak-semak yang masih lebat, hiduplah sekelompok masyarakat yang tenteram, rukun dan damai meskipun penduduknya dalam kehidupan primitif dan sederhana. Desa “ PENGKOL” orang menyebutnya. 7 Km kearah timur laut dari kota Jatiroto. Konon desa Pengkol adalah merupakan desa yang berada di wilayah BUMI ANGKER, konon menurut cerita para pendahulu merupakan petilasan PANGERAN KAJORAN dari KERATON KARTOSURO ( sebelum SUROKARTO HADININGRAT ) di ujung timur laut Jatiroto dan berbatasan dengan Kecamatan Jatisrono. Sampai saat ini letaknya berada di sebelah timur Desa Sugihan, sebelah Utara Desa Dawungan, sebelah Barat Desa Guno, dan sebelah Selatan Desa Ngrompak Kecamatan jatisrono, yang sebelah timur Desa Pengkol dilalui sungai Keduwang yang menuju Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.
Desa Pengkol terdiri dari empat Dusun yang terbentang dari utara sampai selatan. Keempat Dusun tersebut yaitu; Dusun Pengkol, Dusun Pundung Sewu, Dusun Tugu, dan Dusun Wates. Jika diperhatikan dengan seksama, maka dari nama-nama dusun tersebut tersirat sebuah arti yang konon merupakan sejarah asal mula dusun dan menggambarkan sebuah karakter dari penduduk yang bermukim di masing-masing dusun tersebut.
Seiring perkembangan jaman dan populasi penduduk yang bertambah, Desa Duren yang dahulunya masih sepi dan terisolir, lama – kelamaan menjadi ramai dengan adanya pendatang yang ingin menetap dan tinggal di desa itu. Tak kalah lagi Desa Pengkol sudah terkenal di kalangan penduduk atau desa sekitar bahkan terdengar sampai keluar kota kabupaten. Konon cerita di desa ini karena masih sedikit penduduknya dan letaknya saling berjauhan antara satu sama lain, dengan keadaan yang seperti ini maka benyak tempat – tempat yang dihuni sebangsa makluk halus yang berkeliaran. Nama Desa PENGKOL menurut sejarahnya , berasal dari wilayah kecil dan merupakan wilayah yang berada dipangkuan Pengkol, sehingga terkenal dengan sebutan BUMI ANGKER PENGKOL. Dan dari sebutan nama tersebut, maka di pakai untuk nama desa yang di dalamnya terdapat empat dusun.
Dari hari ke hari tersebar keseluruh manca desa bahkan sampai di perkotaan, banyak orang penasaran atas cerita ini sehingga tidak sedikit orang ingin membuktikanya. Karena kegemparan cerita ini sehingga beritanya terdengar sampai ke telingga para pejabat.tak khayal lagi para pejabat pada saat itu ingin membuktikanya dengan disertai para punggawa dan pasukan. Namun anehnya ada suatu keajaiban yang terjadi yaitu ketika serombongan pejabat datang ke wilayah BUMI ANGKER tersebut pernah terjadi ada yang sepulang dari BUMI ANGKER sesampainya di rumah langsung sakit bahkan ada yang meninggal, juga ada yang lepas jabatannya setelah beberapa hari
Setelah telusur demi telusur mengapa banyak terjadi hal yang seperti itu, ternyata PANGERAN KAJORAN putera Keraton KARTOSURO yang di sia-siakan sehingga tidak boleh memasuki wilayah keraton apalagi untuk tinggal di dalam keraton. Maka PANGERAN KAJORAN pergi mengembara dan sampailah di wilayah Pengkol. Di situ PANGERAN KAJORAN bersabda “ untuk semua kalangan pejabat dilarang memasuki wilayah bumi angker, apabila ada yang melanggar taruhanya nyawa”. Tidak semua wilayah Desa Pengkol masuk BUMI ANGKER, hanya separuhnya saja yang di batasi jalan. Kalau dari arah kota Kecamatan wilayah BUMI ANGKER terletak di utara jalan.
Sejarah terjadinya dusun di Desa Pengkol, yang pertama Dusun Pengkoll terletak pada pengkolan sebuah sungai/ putaran sebuah kali. Yang kedua Dusun Pundung Sewu di dusun ini banyak tumbuh pohon pundung, yang pada jaman dahulu hitungan paling banyak seribu/ SEWU. Yang ke tiga Dusun Tugu menurut cerita dulu ada sebuah TUGU untuk batas wilayah. Yang ke empat Dusun Wates, dusun ini merupakan batas wilayah antara Kecamatan Jatiroto dengan Kecamatan Jatisrono.
Terlepas dari semua itu keadaan dan kenyataan sekarang ini sudah berubah, justru para warga terus melakukan upaya dengan cara mengsinergikan antara Sumber Daya Alam yang ada dengan Sumber Daya Manusia yang dimiliki, sehingga akan tercpita keharmonisan dan keseimbangan antara lingkungan hidup dan manusia dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Upaya ini akan terus dilakukan tentunya melalui sentuhan dan pembinaan yang dimotori oleh para pejabat pemerintah desa, tokoh masyarakat dan pemuda, bersatu untuk mengubah mindset atau pola pikir yang lama menjadi pola pikir yang lebih maju dan modern, sehingga akan terwujud cita-cita bersama yaitu mewujudkan Desa Pengkol yang ADIL, MAKMUR DAN SEJAHTERA, dengan landasan Beriman dan Taqwa kepada TUHAN YANG MAHA ESA, menuju sebuah perubahan dan modernisasi dan akan terwujud sebuah simbol, dasar pemikiran setiap program Pembangunan Desa, serta menjadi ikon baru yang lebih cemerlang di era globalisasi seperti sekarang ini. AMIIN.
Pemerintah Desa Pengkol telah mengalami pergantian kepemimpinan beberapa kali sebagaimana table berikut ini :
No Periode Nama Kepala Desa Keterangan
1 Tidak diketahui KARYO PANDJUTO –
2 Sebelum 1960 DJOHUDO –
3 1960 – 1985 MARTODIKROMO –
4 1985 – 1994 SAMIN B –
5 1994 s/d 2012 JATI WALUYO Dua periode
6 2012 s/d sekarang TUMINI

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan